Wednesday, April 6, 2011

Kuisioner Future Planning

Ah, gue udah pernah bilang, kan, kalo gue seneng banget menuliskan hal yang gue suka, dan gue juga suka ngisi kuisioner. Apalagi yang tentang diri kita sendiri. Untuk menemukan jawaban-jawaban pertanyaan di kuisioner tersebut kita harus menggali ke dalam diri kita sendiri. Dan gue suka itu. Ngisi kuisioner psikologi kayak gini cocok banget buat lo yang nggak pernah meluangkan waktu untuk mengenal diri sendiri.


Ngisi kuisioner tuh selain seru dan enak, juga gampang dan pasti benar. Kenapa? Karena init uh Cuma tinggal jawab aja, nggak perlu ngapalin, nggak perlu rumus, nggak harus tang-ting-tung pilihan, dan nggak perlu mikir keras, kenapa? Karena semua pertanyaannya adalah tentang DIRI KAMU SENDIRI, dan siapa coba yang mengenalnya selain kamu? Dan pasti benar. Ya, PASTI, nggak akan ada jawaban yang salah dan mengurangi poinmu, ini lebih mudah daripada test IQ, semua jawaban adalah benar. Ini juga bukan ujian, meskipun sifatnya menentukan. Menentukan untuk menunjukkan siapa kamu, kuisioner ini juga akan membantu kamu untuk lebih menggali diri.


Nah ini, ada  beberapa pertanyaan yang gue copy dari Febriyo Hadikesuma, penulis buku Be Brilliant for You Teens, sekilas aja nih, Mas Bio adalah lulusan UGM, anak Pekanbaru loh, dan ya, Pekanbaru is my hometown! Di bukunya, Mas Bio memberikan beberapa pertanyaan yang harus kita isi, pertanyaan tersebut fungsinya sebagai alat untuk memotivasi kita dengan cara memberikan gambaran seperti kita dan akan jadi apa kita nanti. Iya kan, gue senang menuliskan hal yang suka.


Gue akan sangat senang kalo lo semua mau mengisi pertanyaan tersebut, meskipun tidak dengan comment juga nggak apa-apa, hanya dengan sekedar menjawab sendiri di dalam hati juga boleh. Oke deh di mulai ya…





1.     Salah satu tujuan hidupku adalah:


________________________





2.     Sebenarnya kamu ingin kuliah/kerja sih?


________________________





3.     Kenapa kamu memilih kuliah/kerja itu?


________________________





4.     Dimana sih pengennya (kuliah/kerja)?


________________________





5.     Kenapa pengen disana?


________________________





6.     Jurusan/divisi apa yang mau kamu ambil disana?


________________________








7.     Kenapa memilih jurusan/divisi itu?


________________________





8.     Emangnya kalo kamu memilih jurusan itu, lima tahun ke depan kamu udah punya gambaran bakal jadi seperti apa? Kalo udah tolong tulisin, ya?


________________________





9.     Coba kamu renungkan sejenak, apa yang kamu lihat tentang dirimu lima tahun ke depan, ada di fakultas apa kamu, di universitas apa, sedang bersama siapa, dan apa yang sedang kamu lakukan di sana?


________________________





10. Berapa lamu waktu yang kamu butuhkan untuk mencapapai kesuksesanmu?


________________________ (hari/bulan/tahun)





11. Apa tiga kesuksesan yang ingin kamu raih dalam waktu dekat ini?


1. ________________________


2. ________________________


3. ________________________





12. Mengapa kamu memilihnya menjadi tiga hal yang lebih utama untukmu?


1. ________________________


2. ________________________


3. ________________________





13. Strategi apa yang sudah kamu siapkan untuk mencapainya?


1. ________________________


2. ________________________


3. ________________________





14. Coba kamu tuliskan lima nama temanmu yang sudah kuliah/kerja, dan dimana mereka kuliah/kerja?


1. ________________________


2. ________________________


3. ________________________


4. ________________________


5. ________________________





15. Cobalah untuk menuliskan 8 kelemahan dirimu:


1. ______________________


2. ______________________


3. ______________________


4. ______________________


5. ______________________


6. ______________________


7. ______________________


8. ______________________





16. Cobalah untuk menuliskan 8 kekuatan dirimu:


1. ______________________


2. ______________________


3. ______________________


4. ______________________


5. ______________________


6. ______________________


7. ______________________


8. ______________________





That’s it, gue akan seneng banget kalo lo semua bersedia untuk menjawab, atau nggak, sekedar memikirkannya aja. Nah, kenapa Mas Bio meminta kita untuk menjawab semua hal diatas tadi? Mau? Baca sendiri bukunya ya, Be Brilliant for You Teens!

Percaya Kalo Allah Maha Adil

Seorang trainer di bimbel gue bilang kalo kita mau berhasil, kita nggak boleh bilang “Nggak boleh gagal.” Kenapa? Karena otak kita aneh dan tidak menerima sesuatu yang negatif, jadi kalo kita bilang nggak boleh gagal, kata nggak itu akan ke hapus dan yang dijalankan sama otak kita adalah yang boleh gagal tadi.
          Dan satu lagi katanya, kita nggak boleh bilang “Saya akan berhasil.” Kenapa lagi nih? Karena kalo kita bilang gitu berarti kita berhasilnya nanti. (Wew, ini bertolak belakang ya dengan post The Climb gue) Berhasil nanti itu nggak ketauan kapan nantinya itu, masa’ kita mau nunggu dan bilang nanti terus. Begitu katanya.
          Abis itu gue tanya, gue bukan orang yang percaya sama keberuntungan, tapi gue percaya sama keajaiban. Kata trainer yang tadi lagi, orang yang kita anggap beruntung itu adalah orang yang percaya sama dirinya, dan udah melakukan serangkain hal positif tanpa sepengetahuan kita yang membuatnya berhasil. Kalau keberuntungan yang nggak masuk akal misalkan dia ujian ngasal semua tapi tiba-tiba dia nilainya bagus, ya itu wallahualam. Atau kalo kita mau ujian masuk, mungkin seharusnya kita masuk tapi bangku yang tersedia untuk kita diambil oleh orang yang nyogok. Terus gue bilang kalo gue agak terganggu dengan faktor-faktor penentu kesuksesan selain belajar dan usaha, yaitu keberuntungan, keajaiban, do’a dan terlepas dari kenyataan dia orang baik atau bukan.
          Keberuntungan, gue dan trainer tadi nggak percaya sama keberuntungan. Jadi bingung juga gimana ngejelasin dan ngasih teorinya. Keajaiban, hal itu terdengar seperti jalan yang tersedia secara nggak wajar untuk orang yang baik, dan gue mengharapkan itu. Sodara-sodara gue menyarankan gue untuk mengambil pilihan alternatif perguruan tinggi selain UI aja, karena mereka yang alumni UI bilang kalo UI tuh berat, masuk sana susah, and bla bla bla. Gue tau selama ini gue bukan orang yang berhasil di mata mereka dan mereka berpikir kalo gue tuh nggak bisa, tapi gue selalu menjawab dengan bilang “Hey I’m still believe in miracle.” . Do’a, kita semua tau kalo do’a itu sifatnya sakral banget, itu adalah hal yang membuat semua hal yang nggak mungkin menjadi mungkin. Dibilang kalo Allah akan mengabulkan do’a orang-orang yang tertindas, dll. Gue pernah entah mengapa berpikir, udah berapa banyak do’a yang gue panjatkan untuk lulus UN dan masuk Psikologi UI? Harus berapa kali lagi gue berdo’a? Apakah do’a gue akan dikabulkan? Itu Cuma sekedar pikiran bodoh yang iseng lewat kok. Semua tau kalo do’a adalah hal yang paling mudah. Bisa dilakukan kapan aja dimana aja dengan cara apa aja, dan insyaAllah akan dikabulkan, yang penting ikhlas. Dan kita orang baik atau bukan, berapa banyak amal kita, kita shaleh atau enggak, apakah itu bisa membuat kita sukses? Hei ranking 1 di kelas gue adalah raja bokep! Hhh gue bingung...
          Tapi trainer gue bilang kalo kita percaya dan yakin-seyakinnya kalo Allah itu Maha Adil, Allah tau apa yang terbaik untuk hambaNya, dan Allah tidak akan memberikan hal yang buruk pada hambaNya yang bertawakal. Kita nggak tau gimana kedepannya nanti, siapa tau orang yang ngerebut bangku kita di PTN dengan nyogok itu akhirnya nggak lulus kuliah dan di D.O. sementara kita yang di PTS (tapi jangan sampe) itu bisa sukses. Dan orang-orang yang sukses karena hal-hal yang nggak masuk akal tadi, kita nggak tau gimana kedepannya nanti. Semua yang terjadi di hidup kita hari ini adalah hasil yang kita petik dari hidup kita kemarin, semua baik buruknya...
          Ya, gue percaya, kalo Allah Maha Adil, kita berusaha sebaik-baiknya sekarang dan menyerahkan semua keputusan akhir pada Allah, kita harus terima, dan percaya kalo semua yang kita dapet nanti, adalah yang terbaik untuk kita. Amien ya Rabbal Alamien...

I Just Realized Something

Hmm…Ternyata gue baru sadar, meskipun semangat dan keinginan gue untuk jadi psikolog pendidikan begitu besar, dan gue percaya kalo nothing impossible in this world, ada satu hal yang bisa memundurkan gue. Ada yang salah dengan otak gue, yang ngebuat gue sedih. Ingatan gue lemah banget, gue sangat pelupa, susah banget gue untuk sesuatu. Dan itu cukup membuat gue merasa lemah. Gue membaca banyak buku bagus, gue melewati banyak momen hebat, gue sering mengetahui sesuatu yang jenius secara tiba-tiba, dan beberapa saat kemudian gue akan lupa!!! Kayak buku Super Teacher, Super Student, buku itu bagus banget, isinya bener-bener bikin pinter (kalo lo bisa inget apa isinya), gue udah pernah baca buku itu sampe 2 bab, gue terkagum-kagum sama apa yang gue baca, lusanya, gue pikir gue belom baca sama sekali, yaudah gue baca, gue terkagum-kagum lagi sama apa yang gue baca seakan gue baru pertama kali baca, begitu gue menemukan halaman yang gue lipet sebagai batas tanda udah baca, gue baru inget kalo gue udah baca itu! Tapi gue keterlaluan banget sampe gue pikir gue belom baca. Gimana bisa otak gue terkagum oleh hal yang sama sampe dua kali, seakan gue belom pernah tahu sebelumnya.
Selain itu, kadang kalo gue lagi ngelakuin sesuatu, otak gue mendeteksi ada sesuatu yang menarik dan gue tau itu, tapi mulut gue nggak bisa menjabarkan apa yang menarik itu. Gue pernah baca buku dan bilang sama nyokap gue; “Bu, buku ini bagus banget deh.” Dengan nada interest. Dan nyokap gue pengen tau; “Oh ya? Apanya yang bagus?” Bukan meremehkan. Dan gue diem. Iya ya, apa yang bagus? Oh, ini loh yang bagus. Tapi....Gimana ya bilangnya? Pokoknya itu deh. Hhh...Sebel.
Apa yang terjadi? Kenapa otak gue melemah gini. Mungkin orang akan bilang otak jadi menurun daya fungsinya gara-gara nggak pernah di pake. Eh jangan salah, dulu waktu gue kelas 1 dan 2, gue nggak pernah kayak gini. Nggak pernah pelupa, nggak pernah bingung. Padahal mana pernah otak gue pake, boro-boro belajar, baca aja jarang. Justru sekarang saat gue kelas 3, saat gue mulai banyak les, mulai niatin dan usaha belajar sedikit demi sedikit, jadi rajin baca dan rajin menuntut ilmu psikologi dari mana aja, otak gue malah nggak mendukung. Jadi lah gue punya note book buat nyatet pr, jadwal kegiatan, tugas, dll. Sama note book OTW To Psikologi UI itu, tapi itu juga belom bisa gue gunakan secara maksimal karena gue masih suka bingung menjabarkan banyak hal yang gue pengen.
Cuma di UI kemaren, gue baru aja beli buku, buku seri Quantum, namanya Note-Taker, jadi judul bukunya adalah Quantum Note Taker. Buku itu akan ngebahas gimana caranya bisa bikin catetan-catetan yang dapat di pake secara efektif, mudah, dan berguna. Semoga aja bitu membantu, dan semoga otak gue bisa bekerja secara maksimal lagi sehingga gue akan lebih mudah untuk mencapai cita-cita gue kuliah di UI. Amien ya rabbal alamien...

Top Menu